NUSANTARA

Jumat, 29 Juni 2012

Kabupaten Balanipa , Upaya 710 Jilid 2

Tahukah kita sejarah, bagaimana perjuangan I Manyambungi yang menyatukan Appe Banua Kayyang sehingga dikenal dengan nama Balanipa  ? Mara’dia Balanipa ke dua Tomepayung yang menyatukan tanah Mandar (Sulbar) di Allamungan Batu Di Luyo, serta Assitalliangan Tammejarra ? 
Ingat cerita orang tua kita, bahkan para sejarawan telah mengukirkan, bagaimana para leluhur kita, termasuk Daeng Malarri, Puatta I Lambo yang berusaha menahan Ekspansi Militer  Belanda bersama Kerajaan Bone yang dipimpin oleh  Arungpone La Tenri Tatta Tomalampegammena Arunngpallakka yang terkenal dengan kekuatan militernya. menyerang Mandar dan pusat kekuatannya Yakni BALANIPA.( Sentral Kekuatan Mandar), dan Kerajaan Bone memahami itu
Yang ketika itu, bagaimana seorang Imaga Daeng Rioso yang tampil sebagai pahlawan mapatumballe lita Mandar, memukul mundur Arungpalakka samapai ke Pajalele (Pinrang), Menebas tanpa Ampun Untuk arungpalakka yang tengah berbirit – birit Mundur dari medan perang.Perjanjiang ajatappareng adalah salah satu bukti masih inginnya bone berkuasa atas nama kekeluargaan.
Tak heran jika kesewanangan tentara 710 yang dipimpin Andi selle, berlanjut menggerogoti Tanah Mandar, Padahal  pasukan 710 kala itu ditugaskan mengamankan daerah dari pemberontakan DI/TII yang di Nahkodai Oleh Kahar Muzakkar, Asal Palopo. ini menggambarkan ketidak puasan orang - orang Bugis, setelah kalah di masa kerajaan. Gurilla (Gerombolan) di Mandar saat itu yang menjadi Pejuang Tanah Mandar Di Antaranya Dibawah pimpinan MT.Rahmat dan Pengawal pribadinya Abdurrahman Kattu Kutana di benteng Batalion III Galung Lombok (Balanipa), yang kala itu juga Dibayangi perseteruan dengan pasukan tande Pro Kahar Muzakkar dibawah pimpinan Sanusi. Namun Kesemuanya berakhir gencatan senjata dan Penghapusan Pasukan Ponegoro serta pelucutan senjata, berakhirnya perang saudara.
Kehadiran Kolonel S.Mengga masa itu adalah upaya melepaskan Tanah Mandar dari Penindasan, walhasil dari keberanian dan kesabaran pendahulu  Balanipa (Mandar), menjadi fakta sejarah, namun sayang tak begitu dihargai segelincir masyarakat Mandar yang hingga saat ini akan terus kehilangan eksistensi Nilai KeMandarannya.
Untuk itu, bertolak dari perjuangan pembentukan kabupaten Balanipa adalah Berupaya menghianati dan mensiasiakan pengorbanan leluhur kita. Jika memang benar Balanipa Itu adalah Keniscayaan, Mestinya yang diperjuangkan ialah Polman Menjadi Kabupaten BALANIPA MANDAR.
Kehadiran para elemen masyarakat dan mahasiswa yang turut serta dalam upaya penolakan pembentukan Kabupaten Balanipa, mendapat apresiasi penting untuk menahan gelombang pemisahan  DOB Balanipa Polman,adalah salah satu upaya keniscayaan sejarah menurut para pejuang pembentukan  Kabupaten Balanipa, yang secara tidak langsung menumbuhkan Arogansi Balanipa diluar kehendak leluhurny (Tomepayung ), yang pada mulanya mempersatukan 14 kerajaan yang ada di Mandar (Sulbar), tak demikian.Pembntukan Kabupaten Balanipa adalah memperjelas ketidak mampuan BALANIPA dan masyrakatnya dikancah Global Polewali Mandar
Tanpa disadari keterbukaan peluang saudara saudara kita dari tanah Bugis, akan menjadi penguasa di Polewali Mandar, bisa dibilang batas wilayah calon Kabupaten Balanipa Polman, Mapilli sampai dengan Paku akan  berdiri dan berkuasa Republic Rakyat Bugis  dan 710 jilid dua Dimandar akan kembali bergejolak namun tidak dalam bentuk militer namun feudal birokrasi, dan perdagangan serta pusat, sentral lainnya. Ditambah lagi Kecerobohan  para pejuang pembentukan kabupaten Balanipa  yang seakan menampakkan Balanipalah yang Mandar lewat eksploitasi masyrakat miskin di tujuh kecamatan calon kabupaten Balanipa.
Itu yang justru akan menghabisi Mandar itu sendiri, sebab Mandar saat ini hanya terlihat di Balanipa, Majene (Sendana, Banggae, Pamboang) sebagian Mamuju dan malunda, tappalang, sebab Mandar Polewali , Mamuju, Mamsa, Binuang yang dari dulu tidak mau termasuk dalam rumpun Mandar, meski demikian tilas sejarah, mencatat di Allamungan Batu di Luyo adalah bukti Sulbar saat Ini adalah Mandar .
Terbukti jika kabupaten Balanipa terbentuk hari ini, bulum Lagi kita bisa menyimak mulai dari sebagian wilayah Campalagian dan Poleawali Binuang itu sangat jarang dijumpai masyarakt berbahasa Mandar, yang ada adalah bahasa bugis. tak maslah soal itu katrena memang Mandar hari ini itu sudah jelas kalah telak bersaing, khususnya Mandar Balanipa yang berupaya mekar adalah salah satu bukti ketidak mampuannya bersaing dipolman jika di tinajau dari berbagai aspek dari ini berupaya membuktikan pada dunia Bahwa balanipa akan mekar karena kalh saing dan ingin berupaya lepas dari Polman yang Notabenanya menjadi daerah kekuasaan Masyarakat dari tanah Bugis.
Maaf saja bukan mengagungkan sahabat Bugis yang memang terkenal cerdas dan pemberani baik hal politik dan bisnis serta kepemimpinan, tak dapat dipungkiri, dan saat ini jika Balanipa terbentuk sudah sangat jelas sahabt Bugis akan semakin menjadi penguasa adidaya , sehingga sangat jelas namapak, Mandar hanya mampu menjadi buruh dinegeri sendiri, dan kecil terkucil di kandang sendiri, kita telah dipecundangi lewat pembentukan kabupaten Balanipa. Dengan demikian, tak sepakat jika orang Mandar khususnya Balanipa adalah mesin pencipta orang – orang besar kini sudah terbantahkan jika memang benar, apakah dengan adanya kabupaten Balanipa menjadi sebuah jalan pintas bunuh diri ??? Kesadaran ini harus segera kita bangun, jangan lagi atas nama Mandar miskin kita ciptakan ruang Koruptor baru ditanah Mandr,, apakah ini yang namanya MALAQBIQ ???

5 komentar:

  1. lebih baiknya jika kalimat dalam artikel ini yang menyatakan "yang kala itu juga Dibayangi perseteruan dengan pasukan tande Pro Kahar Muzakkar dibawah pimpinan Sanusi". di ubah dengan kalimat yang sesuai dengan fakta sejarah, sehingga tdk terulang kembali perseteruan antar wilayah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu fakta yang sya dapat langsung dari npelaku sejarah

      Hapus
    2. untk kakak surya semangat slalu tatta i tau upload sejarah daerah ta.

      supaya nanaeke mindewoe naissang i sejarah na

      Hapus
  2. saya salut anda mengangkat sebuah sejarah MANDAR karna kita tidak dapat terlepas oleh sejarah. namun kita sebagai negara kesatuan RI dan semboyan BINEKA TUNGGAL IKA.kami sarankan jangan ada kata "kalah telak " dan "Kabupaten Balanipa Polman, Mapilli sampai dengan Paku akan berdiri dan berkuasa Republic Rakyat Bugis dan 710 jilid dua Dimandar akan kembali bergejolak namun tidak dalam bentuk militer namun feudal birokrasi, dan perdagangan serta pusat, sentral lainnya."
    "jika Balanipa terbentuk sudah sangat jelas sahabat Bugis akan semakin menjadi penguasa adidaya , sehingga sangat jelas nampak, Mandar hanya mampu menjadi buruh dinegeri sendiri, dan kecil terkucil di kandang sendiri, kita telah dipecundangi lewat pembentukan kabupaten Balanipa."
    Sukuisme, Primordialisme, Chauvinisme, Provinsialisme, bertentangan dengan UUD 1945 dan PANCASILA. maaf hanya sebagai masukan demi kemajuan dan kebesaran bangsa ini.

    BalasHapus